<div style='background-color: none transparent;'><a href='http://www.adamazer.com/' title=''>amazon banners</a></div>

Social Icons

youtube facebookgoogle plusgrop sarkubtwitteremail

Featured Posts

Makam Syarifah Khadijah

Timur Alun-alun Kota Bangil Pasuruan.

Makam KH. Hamid

Belakang Masjid Jami Pasuruan

Makam Sayid Arif Basyaiban

Desa Segoropuro Rejoso Pasuruan

Makam Mbah Dul

Bangil Pasuruan

Santri Nurul Madinah

Sarkub Next Generation

Thursday, June 11, 2015

Tuan Guru Haji Muhammad Syarwani Abdan ( Guru Bangil )

KH. Muhammad Syarwani Abdan Al-Banjari atau biasa dikenal Tuan Guru Bangil (lahir di Martapura, Kalimantan Selatan tahun 1915 – meninggal di Bangil, Pasuruan, Jawa Timur, 11 September 1989 pada umur 74 tahun) adalah seorang ulama yang dikenal di Kalimantan Selatan hingga Jawa Timur khususnya Bangil tempatnya mendirikan Pondok Pesantren Datu Kalampayan. Ia merupakan keturunan ke-6 Syekh Muhammad Arsyad al-Banjari.

Tuesday, June 2, 2015

KH. Mohammad Bahruddin Carat Gempol Pasuruan

Perjalanan hidup
Masa Kecil KH. Mohammad Bahruddin

KH. Mohammad Bahruddin Kalam dilahirkan di Desa Juwet-Porong-Sidoarjo, 1346 H/1926 M. ayahnya bernama K. Kalam kelahiran Trenggalek, dan sekarang menetap di Dusun Juwet-Porong-Sidoarjo. Dan Ibunya bernama Nyai Safurotun, kelahiran Pelem-Kertosono-Nganjuk. Beliau mempunyai saudara sebanyak 12 orang yaitu; Adinah, Mustajib, M. Bahruddin, Asmuri, Asro, Slamet, Jami’atun, Nafi’atun, Abd. Manaf, Abd. Manan, dan Habisun.

KH. Mohammad Bahruddin Kalam kecil belajar dirumah diajar langsung oleh ayahnya sendiri dan guru-guru yang lain. Selanjutnya ketika menginjak dewasa beliau menuntut ilmu syari’at kepada almukarom Kyai Din, dusun Kemacuk-Kertosono-Nganjuk, kemudian berlanjut kepada Kyai Hasyim (Alm), dusun Banaran disebelah timurnya pasar Kertosono dan kepada Kyai Nuhin (Alm) Juwet-Porong.

Friday, May 29, 2015

Habib Abdullah Al-Haddad Keramat Sangeng

Beliau adalah Keturunan Al-Qutb Al-Ghouts Al-Habib Abdullah bin Alwi Al-Haddad, seorang putra yang sungguh-sungguh ahli ibadah, tampak di wajahnya cahaya yang bersinar; (yaitu) cahaya ulama salaf, (la seorang) dai yang akan menggantikan kedudukan salafnya.
  
Dalam kunjungannya ke Nusantara di sekitar penghujung tahun 2010, yaitu dalam sebuah kesempatan majelis rauhah di Jakarta, Habib Salim bin Abdullah Asy-Syathiri menyinggung sebuah qashidah panjang yang ditulis oleh Shahiburratib, Habib Abdullah bin Alwi Al-Haddad. Bait-bait qashidah nan indah itu keseluruhannya berakhiran huruf "ta" dan merupakan qashidah yang teramat mulia. Karenanya, qashidah itu kemudian disebut qashidah ta-iyyah al-kubra.

Habib Salim menuturkan, qashidah tersebut menyimpan kandungan makna yang sangat dalam dan agung. Sehingga dikatakan, tidaklah sanggup mensyarahi kandungan isi qashidah tersebut kecuali orang-orang yang sudah sampai pada maqam Syaikh Muhyiddin Ibnul 'Arabi, salah seorang sufi besar dalam dunia Islam, yang dikenal banyak memiliki karya-karya tasawuf dalam pembahasan yang sarat makna, filosofis, tajam, dan mendalam.
 

Tombo Ngantuk

Univ. Menyan Indonesia

 
Blogger Templates